Sastraku

Sastraku,
Sekedar celotehan yang dibuat-buat seakan bermakna.
Bercerita tentang diri dan bisa saja hanya sekedar bayang semu
Tak usah menerka-nerka, yangkan buatmu jadi tak selesa

Sastraku,
Seruan hati yang mungkin bukan aku pelakonnya
Mereka-reka kehidupan orang. bahkan diri
Menjelma bak aktor hebat, bermain hati

Sastraku,
Tak seindah kisahku, bercerita tentang mimpi nyata yang terkadang manis juga pahit
Berlukiskan pelangi di derasnya rinai hujan
Tampak kesedihanku di raut wajah awan mendung

Sastraku,
Ini aku yang bukan aku kadang itu kamu dan mungkin dia.

Kita Sama, Manusia

Karna apa. Manusia ini sama?
Kau ada perasaan itu, dia pun ada
Apa yang membedakan kita?
Cara kita. Cara jaga diri kita, hati, dan badan kita. Itu saja.

Sembarang menghujat manusia
Hey, kita sama
Ini kita. Jatuh dilubang yang sama
Bedanya entah siapa jatuh duluan dan kesakitan.

Ini kita. Manusia yang sama.
Yang tak ingin berpura-pura. Tapi senang melakoninya
Hey, kita sama. Manusia yang sama
Cara kita yang buatnya beda.

Kita manusia. SAMA!
Bedanya jaga diri kita
Sembarang memberi harap, juga sigap memaknai yang tak ada
Terlena akan durja buaian diri.





Kisah Sebuah Bayangan


Kutulis dikertas putih itu, ku kisahkan cerita hidup seseorang
Seseorang yang mungkin saja aku atau hanya bayanganku sahaja
Inginku tak ada coretan dikertas putih ini, nyatanya kubutuh penghapus
Tuk sekedar menghilangkan jejak, yang buatnya tak lagi indah

Aku tak mempersalahkan. Ini kisah bukan kiasan belaka
Kubuat ia selayak harta yang mungkin sesiapa saja mampu sentuhnya
Tapi tak untuk disinggah sekejap saja.

Kan kutemui satu cahaya pasti di ujung barisan tak berpenghuni
Ku lukiskan cerita indah yang takkan ada sedihnya 
Karna ini kisahku, kisah yang kubuat dikertas penuh coretan luka ini
...

Tersia


Kasihnya tersia
Entah apa yang buatnya tak jadi nyata
Ketika ruang menjadi gelap tak ada cahaya
Tersia dalam sirna, merasuk dalam gelap
Itu angkara antara ada dan tiada sajak

Melintas seketika dipelupuk angan
Tak sekedar erti 
Tapi candu yang berkemucak dalam tebalnya embun
Hilang. Tenggelam
Tak berbekas dalam lingkup nyata namun tertera disudut relung kenistaan
Tak berdaya. Lunglai

Ini jawabannya. Sulit diterka
Hanya sebatas tanda tanya?
Tersia akan harap
Terjebak dalam candu
Hilang ditelan kabut
Tersia
....