Heart is Heart

Apa yang menjadikan aku seperti ini? seperti belut yang licin menggeliat kesana kemari. Kurasa ku tlah jatuh pada kubangan yang kubuat sendiri. Terpatri dalam lenanya cinta yang entah benar adanya, aku akui aku kalah. Kalah akan rasa rindu yang mengebu, kalah akan rasa cemburu yang membabibutakanku.

Salahkah aku? Ketika rasa ini semakin nyata terlihat aku harap tak ada ruang untukmu tuk pergi. Pergi tinggalkanku, pergi tuk mengosongkan ruang kosong ini, lagi. Aku lelah! Dalam dendam, dalam diam, dalam dekapan malam yang dingin mencekam kau hilang dalam keheningan, walau hanya tuk sesaat kuharap kau kembali cepat. Sayang, kusimpan hatimu erat agar jiwamu selamat. 

Soal hati kata-kata seolah tak ahli dalam memaparkan juga mendeskripsikan, aku ragu! Keraguan yang membuatku semakin terpesona akan dirimu yang sedikit berlebih namun memastikan. Terasa asing jika bersama, terasa risau saat berpisah yangkan menimbulkan kepediahan pada akhirnya jua, aku terlena.

Saat cinta bicara, kedewasaan larut dalam mimpi-mimpi omong kosong yang terlihat nyata, klise belaka tapi indah.  



No comments: