Haruskahku melewatkanmu?

Bagaimana ku tahu kau mencintaiku? Tak pernah terpikir olehku saat pertanyaan itu kembali arah padaku. Aku tak tau harus bagaimana menjawabnya bahkan membuktikkanya. Apakah cinta harus dijawab dan dibuktikan? Bukankah cinta adalah perasaan yang menyatu dari dua mahkluk? Lantas bagaimana aku harus mendeskripsikannya padamu. Tapi yang bisa ku katakan adalah 

"I love you not because of you who you are, but because of who I am with you"

Mungkin kau belum begitu paham dengan perasaanku. Karna kau tak terlalu sibuk memikirkanku. Bodohnya aku . Walau begitu tetap saja hati ini merindu. Rindu canda tawamu. Rindu pertanyaanmu yang bertubi-tubi lewat sms. Rindu suaramu. Rindu rasa deg-degan yang kauciptakan hanya untukku. Sulit bagiku tuk merelakanmu.

Haruskahku melewatkanmu? Hapus kamu? Namun sulit bagiku tuk merelakanmu. Pergi dari sisiku. Ya, aku tlah tenggelam dalam sumur dalam. Tlah habis caraku ungkapkan rasa. Tak bisakah kau peka? walau hanya sedikit. Paling tidak buat hati ini lega. Haruskah ku pejamkan hati ini? Membiarkan sepi dekati aku tanpa ada kamu lagi. 

No comments: