Bertanya pada Bumiku

Bumi, maafkan aku tlah jatuh hati padanya. Pada dia yang baru ku kenal. Yang bahkan dahannya saja aku belum sempat tuk tuk berjabat. Pada dia yang hanya bisa kukenal dari gugur daunnya. Paling tidak, bolehkah ku memungut gugur daunnya? Agar bumiku tak lagi kotor. Kotor akan cinta yang ditebarkannya direrumputan halaman orang. Inginku hanya dirumputku. Egoiskah aku?

Bumi bantu aku. Tanyakan pada akarnya apakah dia juga benar adanya untukku? Pada aku yang hanya rumput liar yang mungkin kan diceluti tajamnya mesin rumput. Yang entah sampai kapankan bertahan dengan hembusan angin tatkala badai menerpa. Kubutuh lindungnya.

Bumi, jangan ikut membisu! Paling tidak bantu aku. Hanya sekedar ingin tahu. Apakah benar aku hanya butuh lindungnya ataukah hanya inginkan tempat menjadikanku parasit agar bisa hidup dan bertahan didahannya?

Bumi, beri aku petunjuk! Apakah aku dan dia dipertemukan hanya untuk saling mengenal? bukan untuk saling memperjuangkan? Jika memang begitu aku harap semua hanya mimpi. Mimpi yang ingin aku akhiri dan kembali pada kenyataan yang menyakitkan. Tapi nyata!

Bumi, aku tak bisa! berpangku menunggu tanpa tahu kejelasan akhirnya. Kutak bisa menunggu. Bolehkah aku memperjuangkannya? Memperjuangkan cintaku. Berharap itu juga cintanya.

No comments: