Untuk Jiwa

.
Inilah akhirnya, kupilih akhiri
Berteman tak seperti yangku bayangkan 
Berkasih tak seindah yangku inginkan
Bersedirilah akhirnya

Maafkan diriku, wahai jiwa
Tak bisaku bahagiamu
Tak seperti inginmu, inginnya
Bersabarlah jiwa

Biarkannya pergi, biarkan jiwa tenang
Kedamaian kan bersama
...



Maafkan Aku, Sobat.

Sobat, maafkan aku. hanya itu yang mampu terucap dari mulut ini. Mulut yang merasa tak bersalah ini. Namun sebenarnya salah. Sobat, kenali aku. Kenali aku sekali ini saja tuk kau hina, caci maki aku. Tak diam seperti ini. Sobat, ini aku. Aku yang ingin dikasihani ini.

Sobat, aku sahabatmu. Masihkan? Kesedihanmu itu bisakah aku hapusnya?. Aku yang tak tau dimana aku menempatkan hati ini. Aku tahu, akulah yang mendampingimu waktu kau menangisi dia pada saat hari itu. Aku tahu. Aku bahkan mengingatnya. Aku tau kepedihanmu. Tapi sekarang aku yang jatuh hati padanya. Pada pesona yang pernah dia taburkan padamu. Tapi kini akulah yang memilikinya. Bukan maksudku sengaja bukan. Sungguh bukan. Beribu kali aku minta maafpun mungkin kau sulit bahkan enggan memaafkanku.

Sobat, Ini perjuanganku. Itu yang bisa kujelaskan padamu. Perjuangan yang mungkin dan bahkan kau tahu. Perjuangan dimana aku bisa mengakhiri kepedihanku dimasa lalu dengan hadirnya dia. Apa kau ingin aku menyerah dengan perjuangan ini? Sungguh sulit bagiku. Ini cintaku. Cinta dia. Cinta kami. Mungkin. Aku tak perduli seberapa dia inginka aku atau tidak. Yang ku tahu aku butuh dia sekarang. Perjuangan slama ini yang jatuh padanya. Maaf, aku tak bisa melepasnya. Aku ingin memperjuangkannya.

Tuhan. Aku butuh hujan. Hujan deras. yang mampu menutupi kesedihan akanmu sobat. Berharap akan ada pelangi sehabis hujan. Maafkan aku yang tak tau menepatkan hati ini.

Yang Terindah


Puisi terindah adalah puisi yang belum ditulis. Begitu juga cerita kita belum ditulis. Lagu terindah adalah lagu yang belum dinyanyikan. Hari terindah adalah hari yang belum kita lalui. Hari-hari yangkan ku lalui denganmu. Laut terluas adalah laut yang belum di arungi. Perjalanan terjauh adalah perjalanan yang belum berakhir. Perjalanan kita. Dimulai sejak saat ini.




Love Rain #2

Hujan turun lagi. Menggugurkan butiran cintanya. Ingin rasanya kembali ke masa itu. Waktu dimana terselip cerita kita. Tentang pertemuan kita. Tentang rintik hujan yang seakan tau akan kerinduanku. 
Utopia - Hujan [credit: lyrics]
Rinai hujan basahi akutemani sepi yang mengendapkala aku mengingatmudan semua saat manis itu

Segalanya seperti mimpikujalani hidup sendiriandai waktu bergantiaku tetap tak'kan berubah

Aku selalu bahagiasaat hujan turunkarena aku dapat mengenangmuuntukku sendiri ooohhh..ooo

Selalu ada ceritatersimpan di hatikutentang kau dan hujantentang cinta kitayang mengalir seperti air

Aku selalu bahagiasaat hujan turunkarena aku dapat mengenangmuuntukku sendiri ooohhh..ooo

Aku bisa tersenyum sepanjang harikarena hujan pernah menahanmu disiniUntukku oooooohhhhh...

Remembering

Ingat, bagaimana kau membangun kembali hari-hari bahagiamu setelah kenangan masa lampau yang merenggut manisnya hidupmu. Jangan hiraukan rasa yang baru kau kecap. Mungkin saja hanya indah sesaat. Lantas hilang. Apa kau rela dengan semua pengorbanan waktumu? Masa-masa sulit yang kau lewati. Yang menciptakan kau seperti ini. Bayi mungil yang kembali lahir.

Kembalilah pada saat dimana kau melewati masa itu. Masa hanya ada kau dan dirimu. yang mampu melewati rintangan hidup tanpa ada yang menenangi. Bahagia yang kau ciptakan walau terselip duka. tapi nyata! Kembalilah! Ingat perjuangan itu. Perjuangan yang mengantarkanmu kepuncak ketenangan. Jangan biarkan ada yang mengusik tanpa bisa memberi rasa nyaman. Jangan!

Jiwamu masih ranum. Tak perlu kau takut akan kesendirian dalam kesunyian. Tak perlu kau berharap pada yang datang dan pergi. Karna ketika harapanmu terlalu tinggi. Bisa saja diakan pergi. Kau sendiri lagi. Tanpa ada yang mengasihi. Ingatlah kembali lagi pada titik 3 tahun silam. Masa sulam itu. Bangkitlah! Ingatlah! Berjuanglah!

My Beloved Besty #Kinong


Kali ini gw mau berceloteh tentang seorang cowok yang sudah setia menemani gw kurang lebih 4 tahun. Dia adalah sosok yang bisa dibilang cowok paling setia, paling care dan paling gw cintai dari semua pria yang dekat dengan gw. Yup, yang kenal gw pasti tau siapa sosok yang bakal gw celotehin ini heheee yaitu Yosua Okino alias Kinong alias Kecebong.

Sejak mengenal dia gw udah jatuh hati, perhatiannya itu buat wanita-wanita meleleh. Klepek-klepek macam ikan yang baru dipancing trus diangkat ke daratan. Belum pernah gw temuin cowok yang se-perhatiannya kayak kinong. Dan gw beruntung bisa menjalin hubungan dengan dia selama 4 tahun lamanya. Gw cewek satu-satunya yang mampu bertahan disamping Kinongggggggggggggggg sampai saat ini, detik ini dan seterusnya. Tak ada satupun yang mampu memisahkan kami terkecuali maut #sosweet #hoex.

Pasti banyak pertanyaan? Kecemburuan. Bahkan kegelisahan dari sang fans maupun wanita-wanita yang suka ma Kinong atas statment gw di atas, ummm bisa juga dari para fans tersembunyi gw hahahhahhaaaaaa #Ge-eR. Oke disini gw bakal ngebahas hubungan apa yang terjadi antara gw dan Kinong selama ini. Apakah ada cinta tersembunyi? Dan kenapa hanya gw yang bisa bertahan dengan Kinong selama ini.

Kinong adalah tempat dimana gw bisa berbagi penderitaan lebih tepatnya dan Kinong berbagi kebahagian ke gw hhihiiii. Saat gw banyak masalah, banyak hutang, bokek, butuh tati tayang, galau, rumit akan percintaan dialah orang dibalik Move On-nya gw. Dia lelaki penghibur, lelaki panggilan yang bisa gw andelin. Begitu juga gw ke Kinong. Kadang kita berdua terlihat tolol! Bodoh! Dan selalu melakukan hal-hal konyol. Yah jiwa kami jiwa bebas jika sudah berdua.

Pacaran? Yap gw dan Kinong bisa dibilang hubungan kami melebihi hubungan layaknya orang berpacaran (saking deketnya) tapi kami tidak dalam status tersebut. Juga tidak dalam skandal. Hubungan kami murni layaknya wanita dan lelaki yang saling mencintai epsss ralat dia yang mencintai gw wkwkwkkkk *Kidding.

Cinta? Munafik kalau gw bilang gak cinta ma Kinong. Gw pernah mengalamin fase dimana gw ingin menjadi wanita yang ingin dimiliki dan memiliki. Tapi tapi tapi.... bukan sama Kinong hahahhahaaaa.

Oke, dari dua opsi pertanyaan tersebut sudah terjawab bukan hubungan apa yang gw dan Kinong selama ini jalani. Walau sebenernya sedikit disamarkan hehehehee.

Sebelumnya, ada pertanyaan eh banyak dink. Mengapa gw and Kinong tidak berpacaran saja. Kami terlihat klop. Kami terlihat serasi. Kami terlihat saling menyukai/mencintai, kami terlihat  bla bla bla.... whateverlah. Yang pasti kami bisa bertahan karna kami menetralkan perasaan kami. Kami tahu ada tembok besar yang membatasi kami. Kami tahu kami hanya cocok sebagai sahabat. Kami tahu kami bisa begini karna kami bebas tanpa ikatan yang bisa memutuskan (putus-nyambung kayak orang pacaran). So, kenapa kami harus memiliki hubungan yang tanda kutip Berpacaran tersebut jika kami lebih nyaman begini.

Intinya sih ya, kenapa gw ngoceh soal Kinong karna banyak banget dari temen, kerabat, bahkan sampai orang-orang yang lagi deket ama gw and Kinong nyangkanya kita memiliki hubungan spesial, walaupun sebenernya bisa dibilang begitu tapi tidak dalam konteks Berpacaran!!!! Karna persepsi tersebut menimbulkan kami tak di dekati oleh fans-fans kami hahahaha. Selalu dicemburui. Dijauhi. Dan jadilah kami jomblowan-jomblowati sejati. It’s so frustasting you know?!!  

Cukup sekian dan terimakasih. Gw harap ini bisa menjawab dari semua pertanyaan-pertanyaan kedekatan gw and Kinong. So, jangan takut akan berhubungan dengan gw maupun Kinong. Karna kami tidak menggigit. Karna kami tidak menghisap darah. Karna kami hanya sebatas SAHABAT yang saling mencintai!!! Hahahahhaha... *dibalik semua cerita cinta hanya fiktif belaka, jika benar adanya hanya hati kami saja yang tahu ;)

Haruskahku melewatkanmu?

Bagaimana ku tahu kau mencintaiku? Tak pernah terpikir olehku saat pertanyaan itu kembali arah padaku. Aku tak tau harus bagaimana menjawabnya bahkan membuktikkanya. Apakah cinta harus dijawab dan dibuktikan? Bukankah cinta adalah perasaan yang menyatu dari dua mahkluk? Lantas bagaimana aku harus mendeskripsikannya padamu. Tapi yang bisa ku katakan adalah 

"I love you not because of you who you are, but because of who I am with you"

Mungkin kau belum begitu paham dengan perasaanku. Karna kau tak terlalu sibuk memikirkanku. Bodohnya aku . Walau begitu tetap saja hati ini merindu. Rindu canda tawamu. Rindu pertanyaanmu yang bertubi-tubi lewat sms. Rindu suaramu. Rindu rasa deg-degan yang kauciptakan hanya untukku. Sulit bagiku tuk merelakanmu.

Haruskahku melewatkanmu? Hapus kamu? Namun sulit bagiku tuk merelakanmu. Pergi dari sisiku. Ya, aku tlah tenggelam dalam sumur dalam. Tlah habis caraku ungkapkan rasa. Tak bisakah kau peka? walau hanya sedikit. Paling tidak buat hati ini lega. Haruskah ku pejamkan hati ini? Membiarkan sepi dekati aku tanpa ada kamu lagi. 

Bertanya pada Bumiku

Bumi, maafkan aku tlah jatuh hati padanya. Pada dia yang baru ku kenal. Yang bahkan dahannya saja aku belum sempat tuk tuk berjabat. Pada dia yang hanya bisa kukenal dari gugur daunnya. Paling tidak, bolehkah ku memungut gugur daunnya? Agar bumiku tak lagi kotor. Kotor akan cinta yang ditebarkannya direrumputan halaman orang. Inginku hanya dirumputku. Egoiskah aku?

Bumi bantu aku. Tanyakan pada akarnya apakah dia juga benar adanya untukku? Pada aku yang hanya rumput liar yang mungkin kan diceluti tajamnya mesin rumput. Yang entah sampai kapankan bertahan dengan hembusan angin tatkala badai menerpa. Kubutuh lindungnya.

Bumi, jangan ikut membisu! Paling tidak bantu aku. Hanya sekedar ingin tahu. Apakah benar aku hanya butuh lindungnya ataukah hanya inginkan tempat menjadikanku parasit agar bisa hidup dan bertahan didahannya?

Bumi, beri aku petunjuk! Apakah aku dan dia dipertemukan hanya untuk saling mengenal? bukan untuk saling memperjuangkan? Jika memang begitu aku harap semua hanya mimpi. Mimpi yang ingin aku akhiri dan kembali pada kenyataan yang menyakitkan. Tapi nyata!

Bumi, aku tak bisa! berpangku menunggu tanpa tahu kejelasan akhirnya. Kutak bisa menunggu. Bolehkah aku memperjuangkannya? Memperjuangkan cintaku. Berharap itu juga cintanya.

Bisakah Kaubayangkan Rasanya jadi Aku?

Kamu pernah menjadi bagian hari-hariku. Setiap malam, sebelum tidur kuhabiskan beberapa menint untuk membaca pesan singkatmu. Tawa kecilmu, kecupan berbentuk tulisan, dan canda kita selalu membuatku tersenyum diam-diam. Perasaan ini sangat dalam, sehingga aku memilih untuk memendam.

Jatuh cinta terjadi karena proses yang cukup panjang, itulah proses yang seharusnya aku lewati secara alamiah dan manusiawi. Proses yang panjang itu ternyata tak terjadi, pertama kali melihatmu, aku tahu suatu saat nanti kita bisa berada di status yang lebih spesial. Aku terlalu penasaran ketika mengetahui kehadiranmu mulai mengisi kekosongan hatiku. Kebahagianku mulai hadir ketika kamu menyapaku lebih dulu dalam pesan singkat. Semua begitu bahagia.... dulu.

Aku sudah berharap lebih. kugantungkan harapanku padamu. Kuberikan sepenuhnya perhatianku untukmu. Sayangnya, semua hal itu seakan tak kaugubriis. Kamu di sampingku, tapi getaran yang kuciptakan seakan tak benar-benar kurasakan. Kamu berada di dekatku, namun segala perhatianku seperti menguap tak berbekas. Apakah kamu benar memikirkan aku? Bukankah kata teman-temanmu, kamu adalah perenung yang seringkali menangis ketika memikirkan sesuatu yang begitu dalam? Temanmu bilang, kamu melankolis, senang memendam, dan enggan bertindak banyak. Kamu lebih senang menunggu. Benarkah kamu memang menunggu? Apalagi yang kautunggu jika kausudah tahu bahwa aku mencintaimu?

Tuan, tak mungkin kautak tahu ada perasaan aneh di dadaku. Kekasihku yang belum sempat kumiliki, tak mungkin kautak memahami perjuangan yang kulakukan untukmu. Kamu ingin tahu rasanya seperti aku? Dari awal, ketika kita pertama kali berkenalan, aku hanya ingin melihatmu bahagia. Senyummu adalah salah satu keteduhan yang paling ingin kulihat setiap hari. Dulu, aku berharap bisa menjadi salah satu sebab kautersenyum setiap hari, tapi ternyata harapku terlalu tinggi.

Semua tlah berakhir. Tanpa ucapan pisah. Tanpa lambaian tangan. Tanpa kaujujur mengenai perasaanmu. Perjuanganku terhenti karena aku merasa tak pantas lagi berada disisimu. Sudah ada seseorang yang baru, yang nampaknya jauh lebih baik dan sempurna daripada aku. Tentu saja, jika dia tak sempurna kautak akan memilih dia menjadi satu-satunya bagimu.

Setelah tahu semua itu, apakah kamu pernah memiliki sedikit saja perasaanku? Ini semua terasa aneh bagiku. Kita yang dulu sempat dekat, walaupun tak punya status apa-apa, meskipun berada dalam ketidakjelasan, tiba-tiba menjauh tanpa sebab. Aku terbiasa dengan sapaanmu di pesan singkat harus (terpaksa) ikhlas karena akhirnya kamu sibuk dengan kekasihmu. Aku berusaha memahami itu. Setiap hari. Setiap waktu. Aku berusaha meyakini diriku bahwa semua sudah berakhir dan aku tak boleh lagi berharap terlalu jauh.

Tuan, jika aku bisa langsung meminta pada Tuhan, aku tak ingin perkenalan kita terjadi. Aku tak ingin mendengar suaramu ketika menyebutkan nama. Aku tak ingin membaca pesan singkatmu yang lugu tapi manis. Sungguh, aku tak ingin segala hal manis itu terjadi jika pada akhirnya kamu menghempaskan aku sekeji ini.

Kalau kauingin tahu bagaimana perasaanku, seluruh kosakata dalam milyaran bahasa tak mampu mendeskripsikan. Perasaan bukanlah susunan kata dalam kalimat yang bisa dijelaskan dengan definisi dan arti. Perasaan adalah ruang paling dalam yang tak bisa tersentuh hanya degnan perkataan dan bualan. Aku lelah. Itulah perasaanku. Sudahkah kaupaham? Belum. Tentu saja. Apa pedulimu padaku? Aku tak pernah ada dalam matamu, aku selalu tak punya tempat dalam hatimu.

Setiap hari, setiap waktu, setiap aku melihatmu dengannya; aku selalu berusaha menganggap semua baik-baik saja. Semua akan berakhir seiring berjalannya waktu. Aku membayangkan perasaanku yang suatu saat nanti pasti akan hilang, aku memimpikan lukaku akan segera kering, dan tak ada lagi hal-hal penyebab aku menangis setiap malam. Namun.... Sampai kapan aku harus terus mencoba?

Sementara ini saja, aku tak kuat melihatmu menggenggam jemarinya. Sulit bagiku menerima kenyataan bahwa kamu yang begitu kucintai ternyata malah memilih pergi bersama yang lain. Tak mudah meyakinkan diriku sendiri untuk segera melupakanmu kemudian mencari pengganti.

Seandainya kamu bisa membaca perasaanku dan kamu bisa mengetahui isi otakku, mungkin hatimu yang beku akan segera mencair. Aku tak tahu apa salahku sehingga kita yang baru saja kenal, baru saja mencicipi cinta, tiba-tiba terhempas dari dunia mimpi ke dunia nyata. Tak pensarankah kamu pada nasib yang membiarkan kita kedinginan seorang diri tanpa teman dan kekasih?

Aku menulis ini ketika mataku tak kuat lagi menangis. Aku menulis ini ketika mulutku tak mampu lagi berkeluh. Aku mengingatmu sebagai sosok yang pernah hadir, meskipun tak pernah benar-benar tinggal. Seandainya kautahu perasaanku dan bisa membaca kajaiban dalam perjuanganku, mugnkin kamu akan berbalik arah memilihku sebagai tujuan. Tapi, aku hanya persinggahan, tempatmu meletakkan segala kecemasan, lalu pergi tanpa janji untuk pulang.

Semoga kautahu, aku berjuang, setiap hari untuk melupakanmu. Aku memaksa diriku agar membencimu, setiap hari, ketika kulihat kamu bersama kekasih barumu. Aku berusaha keras, setiap hari, menerima kenyataan yang begitu kelam.

Bisakah kaubayangkan rasanya jadi orang yang setiap hari terluka, hanya karena ia tak tahu bagaimana perasaan orang yang mencintainya? Bisakah kaubayangkan rasanya jadi aku yang setiap hari harus melihatmu dengannya?

Bisakah kaubayangkan rasanya jadi seseorang yang setiap hari menahan tangisnya agar tetap terlihat baik-baik saja?

Kamu tak bisa. Tentu saja. Kamu tidak perasa.


Ini aku. tapi bisa jadi bukan aku !
Credit from @Dwitasaridwitaaa

Hurt is Hurt


Terlalu cepat katakan cinta, saat hati masih meraba
Ketika sudah terluka, tak ada kata yang mampu bicara
Tapi apalah daya, hanya cinta yang ingin buatmu nyata
Walau hanya klise belaka!

Terungkap nyata, luka
Terlalu pagi tuk berkata mesra, cinta semu yang buatku terlena
Arghhhhh ak terluka....

Dan inilah akhirnya, ku tak percaya akan Cinta
Meninggalkan luka dalam yang membekas 
Tanpa bisa kau mengobatinya,

Pergilah,
Ku lepas kau dalam linangan,
---

Heart is Heart

Apa yang menjadikan aku seperti ini? seperti belut yang licin menggeliat kesana kemari. Kurasa ku tlah jatuh pada kubangan yang kubuat sendiri. Terpatri dalam lenanya cinta yang entah benar adanya, aku akui aku kalah. Kalah akan rasa rindu yang mengebu, kalah akan rasa cemburu yang membabibutakanku.

Salahkah aku? Ketika rasa ini semakin nyata terlihat aku harap tak ada ruang untukmu tuk pergi. Pergi tinggalkanku, pergi tuk mengosongkan ruang kosong ini, lagi. Aku lelah! Dalam dendam, dalam diam, dalam dekapan malam yang dingin mencekam kau hilang dalam keheningan, walau hanya tuk sesaat kuharap kau kembali cepat. Sayang, kusimpan hatimu erat agar jiwamu selamat. 

Soal hati kata-kata seolah tak ahli dalam memaparkan juga mendeskripsikan, aku ragu! Keraguan yang membuatku semakin terpesona akan dirimu yang sedikit berlebih namun memastikan. Terasa asing jika bersama, terasa risau saat berpisah yangkan menimbulkan kepediahan pada akhirnya jua, aku terlena.

Saat cinta bicara, kedewasaan larut dalam mimpi-mimpi omong kosong yang terlihat nyata, klise belaka tapi indah.  



Emorsing!!!


"Dia masa lalumu, bolehkah aku menggantimu?"

Ciatt ciatttt sepotong kisah dinovelku hiksss....
Sudah hampir 2 mingguan tulisan novelku baru jadi 3 page!!!!!
Buntu ide, gara-gara mak lampir. Hari ini penuh emorsing dibuatnya.... pengen tak pijit-pijit tuh mulut!!!!
Padamkan ideku saja, buat aku muak, muak dengan mulut kaleng rombengmu.

--------------------------------------------------INSERT----------------------------------------------

Sekian terimakasih, Nite all *hugs*kisses:*
#GaJe Nite

Y.N.K

Aku masih ingat raut wajah itu...
Lekukan senyum itu...
Ramah peringai itu...
Saat itu, di waktu yang mungkin sulit untuk ku lupakan...

Saat tatapan kita saling bertemu, disitu mulai bayangmu yang merasuk perlahan, tapi pasti....
Saat tatapan kita saling bertemu, disitu mulai tumbuh benih-benih rindu...
Saat tatapan kita saling bertemu, mulai ada sedikit rasa ingin bertemu...
Saat tatapan kita saling bertemu, ada kenangan manis yang sulit dilupakan...

Mungkin ini cinta atau ini hanya sekedar rasa kagum ?...
Ahh... Kekuatan apa yang kau punya, sampai sebegini dahsyatnya aku terpukau...
Terpukau oleh sosok mu yang mungkin tak berlebih...
Terpukau oleh kenangan dalam detik-detik pertemuan pertama yang sedemikian singkat...

Biarlah waktu yang menyiapkan itu semua untukku...
Seiring berjalannya waktu semoga saat tatapan kita saling bertemu, disitulah awal kisah kita yang baru ^^

*YNK*
Credit from @Dwisasia

Love Rain

 .
Hujan kamu seakan tau apa mauku
bermandikanmu hingga menggigil kedinginan
berbincang denganmu dan menari bersamamu
bersenandung dengan merdu seakan tau tetang isi hatiku

Deraslah hujan, hadirkan dia
dan peluk aku dengan sejukmu, agar ia tau kubutuh hangatnya

Hujan, tadi aku bertemu dengannya
dengan dia yang menghantui sejuknya rintikmu
senang sekali rasanya bisa melihatnya
meski aku tak tau dimatanya tersimpan aku

Hujan, kuserahkan deraimu menjadi saksi pertemuan ini
guyur aku dengan pesona indahnya pelangimu
...

Ocehan OD #Riki


Annyeong, balik lagi bersama OD (Online Diaries) dengan cewek tuarbohaiiii abad 60-an disaluran SSN (Sana-Sini Ngoceh). Kali ini kita bakal nge-bahas tentang sesosok cowok yang bisa dibilang tergila-gila ama gw #upss namanya RIKI yap Cuma 4 huruf namana, maklum orang na iritt alias pilit sesuai dengan namana yang irit....
Riki alias Kiriw alias Oktav *buronan teroris*
Oke, pasti elu-elu pada nanya kenapa gw tertarik ngebahas ni cowok di OD tapi sebelum elu berprasangka yang ngga-nggak gw Cuma klarifikasi dia bukan cowok pertama yang gw bicarain di OD and gw amah dia kagak ada relationship apapun terkecuali kita punya skandal percintaan yang selalu gagal (skandal cinta yang dibuat ama Riki lho ya bukan gw :P).

Dibilang gw deket ama Riki si nggak, terlewat dari skandal kita deketnya karna satu jurusan dikampus, satu angkatan pula, satu organisasi malahan, eh pernah satu kantor juga,,, haduwhhh gw pikir-pikir ni orang ter-OBSESI banget ama gw hihihiiii.  Nah, itu juga salah satu dari beribu gosip yang ditujuin ama kita berdua, pacaran. Just skancdal, LOL

Terkadang kita juga bersikap romantis lho dibanding kelakuan Tom and Jerry, dan kita juga punya nama panggilan sayang. Kalau gw manggil dia KIRIWWWW and dia manggil gw GREGRE, so sweet bukan ? hihihiiii....

Oia, gw juga punya julukan buat si Kiriwww yaitu MR. CROP ! begini ceritanya.....

Yup, lu pada bisa bayangin gimana muka gw merah padam seketika (bukan merah merona jambu ya),  waktu itu kita sekantor ama kiriwww sebelum gw resign and kita ada training disalah satu resort di Batam otomatis kita punya namanya photo narsist, disana gw ma kiriwww biasa mau buat skandal biar pada heboh (maklum kiriwww jomlo jadi butuh gosip biar dia eksis hahahaa). Saat mau upload photo di facebook si Kiriwww sebelumnya izin ma gw kalau mau pasang photo prifile ama gw, gw OKE-in. Tapi tapi tapi tapi tapi...... gw jadi bahan ledekan sepanjang masaaaa and sampe detik ini juga beberapa sobat masih ngeledekin gw ! Gw adalah wanita yang dicampakkan oleh Kiriwww prikitiww bin markotov. YAP !!! photo gw di CROP ama dia !!! what the hell ???? Sebenernya itu bukan yang pertama kalinya gw di CROP ama kiriwwww!!!! Sudah untuk yang kesekian kalinya. Tapi yang kali ini buat nyesshhh...... nyayatttt....... teririssss...... risssss hati ini rasanya pffftttt -_-“.

Anyway, sisi lain yang gw suka dari kiriw sekarang yaitu kebiasaan alias hobby dy yang bisa gw ancungin jempol karna dari kesukaannya ini dia bisa menghasilkan duit. Kiriww sekarang ngobi jepret-jepret and nge-design apapun itu yang bisa ngasilin duit, cuma gw yang belum dia jepret.

Yang mau order or mu CPCP ama Kiriw boleh invite tuh PIN BB na :D

Panjang cerita, gw udahin sampe disini teman-teman. Jika ada yang tidak berkenan harap laporkan si kiriwww ke kantor polisi terdekat. And bagi elu-elu yang mau jadi masuk di OD boleh order ke gw biar makin eksis kayak si Kiriwwww yang minta dibikin tetang dia di OD hihihiiii. See uuuuuuu.........*kisses:*