Tom or Cewek ganteng


Kali ini aku mau membahas tentang keberadaan Tom. Karena hal ini merupakan hal yang begitu sensitif di kesaharianku, terutama pribadiku sendiri dulu dan kini hadir lagi. Hahhaa

Kita sendiri tau kalau seorang ladyboy atau banci memang dan sepertinya pasti menyukai kaum dimana mereka berasal, lelaki. Namun yang sangat aku bingungkan disini adalah keberadaan tom yang berasal dari kata tom yang boy dengan istilah bahasa indonesianya adalah perempuan dengan sifat kelaki-lakian atau tomboy. Saat ini tom sendiri lebih populer dengan sebutan cewek ganteng, its so funny right?

Dan pertanyaannya adalah, Apakah setiap tom juga menyukai lawan jenisnya? Mungkin sebagaian tidak, namun menurut opiniku sendiri hampir semua orang pasti mengamsumsikan bahwasanya tom adalah penyuka sejenis.

Tapi aku sendiri, masih ragu akan hal itu sendiri karena belum tentu setiap yang berjiwa seperti tom menyukai sejenis, mungkin yang lebih parahnya lagi seorang yang di anggap normal diluarlah yang malah memiliki keinginan tuk mencintai dan dicintai sesama jenis. Semoga tidak terjadi pada diri kita, amin.

Namun ada ketakutan sendiri di dalam diriku akan hal tersebut, karena aku sempat tertipu akan penampilan luar yang bernama “TOM”. Yap tom ataupun cewek ganteng kini kian banyak disekelilingku, dan aku sempat terpesona akan kegantengan mereka tapi untungnya cepat tersadarkan, hahahaaa its so awful. Hindari dari segala hal seperti itu.

All that glitters is not gold, seperti perumpaan tersebut yang berkilauan bukan berati emas. Hal inilah yang harus kita tanamkan pada diri kita bahwasanya tidak hanya melihat dari sisi luarnya saja namun cari tahu apakah benar-benar “He is really a man or a woman?” jangan sampai tertipu seperti kasus-kasus yang terjadi di berita bang Napi “setelah 6 bulan baru menyadari/mengetahui kebenaran bahwa suaminya ternyata perempuan”, ruarrrr biasa bukan?.

Tapi, jika mereka berada disekeliling kita janganlah memojokkan bahkan menjauhi mereka. Bertemanlah dan kalau memungkin berikan nasehat dan selalu membimbing mereka ke jalan yang benar, kembali menjadi wanita yang sesungguhnya. (ra)