Cerita Saat Vakum

Setelah sekian lama puasa ngeblog (kirakira 1 bulan) jadi timbul penyakit malas nulis tapi harus dipaksain menulis demi kelangsungan hidup blog and menghilangkan penyakit malas.

Cerita untuk awal dari penulisan setalah seabad vakum (LEBAY) and baru aja ngerayain hari raya idul fitri alangkah baiknya dan lebih tepatnya ya menulis tentang lebaran and puasa, yuk ikutin cekidotttt....

Nah ini anggota keluarga kecilku yang menggunakan drescode putih dari kiri ke kanan, siz yanti, bg yudi, abah, mami, and aku  tapi ada yang kurang nii  satu anggota yakni abang keduaku bg iwan dia gak ada di foto ini ya karena sudah berumah tangga (masih dirumahnya sendiri, belum datang). Ya alhamdulillah lebaran tahun ini kami bisa ngumpul semua keluarga, mulai dari nenek sampai cicit (Photo lainnya ketinggalan di ipad bg yudi dimedan jadi gak bisa posting deh).

Lebaran kali ini lebih banyak berkumpul dan jalan-jalan keluarga setiap harinya, tanpa henti kata abah si mumpung lagi ngumpul semua. Pokoknya lebaran and liburan kali ini bener-bener menguras tenagaku, tiada waktu tanpa jalan-jalan sama keluarga. Semoga taun berikutnya bisa seperti ini lagi, amin.

Oia, sedikit mau cerita ni waktu puasa. Pada saat puasa aku disebut master chef sama keluargaku, hahahahaaa. Soalnya selama sebulan penuh puasa kami gak pernah namanya beli ta'jil atau makanan apalah diluar ya kecuali berbuka diluar itupun hanya sekali. Nah yang menjadi koki ta'jil dirumah itu aku kalo mami lebih ke makanan beratnya (tapi kadang2 aku juga masak masakan berat).

Alhamdulillah dari semua masakan yang aku masak hanya satu resep yang gagal.  Alhamdulillah juga semua keluargaku suka dengan masakanku, yang tiap harinya pasti berbeda menu. Nah ini salah satu faktor satu keluarga makin nambah berat badannya bukannya nurun palagi aku, hhffff.

Resep masakan yang aku buat sendiri berasal dari SMA dan browsing. Yap, waktu SMA disekolahku ada namanya pelajaran keterampilan disini kita di ajarin memasak, berbagai macam masakan tentunya dan alhamdulillah pelajaran itu gak sia-sia buktinya bisa aku implementasikan sekarang hingga mendapat gelar master chef sama keluarga, berharap sii semua orang kedepannya, amin. (ra)

No comments: