My Eyes


Beberapa hari yang lalu (12/08) aku chek mata mata di optik langgananku. Mengecek mataku yang kian lama makin buram. Saat menerima hasil dari serangkaian pengecekan mata yang sudah aku jalanin ternyata sangat mengejutkanku, mata kananku -1.5 dan mata kiriku silinder.

Sebelumnya sekitar dua bulan yang lalu aku juga pernah mengecek mataku ini, ternyata minus (-) mataku bertambah sebelah kanan bertambah -0,5 jadinya mata kananku -1.5 dan sebelah kiri bertambah -0,75 jadinya mata kiriku -1.75.

Kalau dibandingkan dengan mata sebelah kanan yang tidak begitu jauh drastis perbedaannya aku tak heran, tapi mata kiriku yang dalam jangka waktu beberapa bulan saja sudah menjadi silender.

Berganti pilihan

Mau tak mau akupun harus mengganti lensa kacamataku, HARUS !!!.

Melewati pemikiran yang cukup panjang, aku memutuskan tuk tidak mengganti lensa kacamataku sesuai minus mataku saat ini, kenapa demikian ??? Yap, ini aku lakuin setelah memutar kembali pengalamanku akan kacamata. Aku selalu kehilangan kacamata, sudah berapa kali aku kehilangan kacamata minusku, kalau tidak salah sudah 3 kali aku membeli kacamata dalam kurun waktu (-+) 5 tahun.

Aku itu orangnya sangat pelupa dan ceroboh akan barang sendiri, apapun itu barangnya selalu hilang atau lupa meletakkan suatu barang dan kalau ingatpun akan lama ketemunya, bisa berbulan-bulan bahkan tahunan, huftt.
Nah, kacamata salah satunya barang yang urgent bagiku dan setiap saat berada di dekatku saja selalu aku hilangkan dan sering lupa meletakkannya dimana?.

Kacamataku pertamaku hanya bertahan 3 bulan saja, HILANG ! dan sampai saat ini aku tidak tahu menghilangkannya dimana?. Kacamata kedua (yang saat ini masih mendampingiku) sering hilang namun selalu ketemu alias sering LUPA meletakkan dimana dan saat kacamata kedua ini hilang berbulan-bulan aku pun membeli kacamata lagi, yang ketiga. Tak lama kacamataku yang kedua pun muncul, entah dari mana asalnya tiba-tiba muncul seperti jelangkung datang tak di sangka-sangka pergi tak bilang-bilang, hahahha. Jadi kacamataku saat ini ada dua.

Balik lagi kepermasalahan kenapa aku tidak mau mengganti lensa kacamataku dengan minus mataku yang baru? Dari pengalaman kacamataku yang hilang dan suka menghilang karena keteledoranku sendiri maka dari itu aku memutuskan tuk menggunakan kontak lensa.

Sebelumnya aku pernah menggukan kontak lensa juga, namun saat itu aku ketakutan. Bukan katrok akan penggunaannya tapi takut akan berita, isu, atapun perkataan sahabat tentang penggunaan kontak lensa.

Yang aku dengar dari suatu berita, pernah ada seorang yang menggunakan kontak lensa dan saat ia sedang ada party barbeque ia dekat dengan api dan seketika kontak lensanya meleleh seperti plastik terkena api (ya kontak lensa emang dari plastik) dan matanya berending BUTA, mengerikan bukan?.

Perkataan sahabat yang hingga kini masih terngiang dan terpikirkan olehku adalah orang yang menggunakan kontak lensa dimatanya tidak ada oksigen yang masuk. Untuk yang satu ini aku belum mendapatkan jawaban yang pasti, apakah benar adanya ataukah hanya menakut-nakutiku saja. Kalau sahabat punya jawabannya tolong share ya !!!.

Dari dua cerita di atas, kenapa aku masih mau menggunakan kontak lensa ??? jawabannya sii seperti yang sudah aku ceritain di atas tentang kacamatakau yang seperti jelangkung itu. 

Untuk ketakutan-ketakutan seperti cerita suram akan kontak lensa, aku sii hanya harus berhati-hati bila berdekatan dengan api, sebisa mungkin menjauh sekitar 1 kilo meter (rada lebay) dan tentunya saat menggunakan kontak lensa mataku tidak boleh kering sehingga ada oksigen dimataku.

Maafkan aku
Untuk kacamataku, aku minta maaf....
Bukan maksudku tuk melupakanmu atau bahkan tuk meninggalkanmu
Hanya sedikit waktu yang ku minta darimu
Maafkan aku, ku tau selama ini kau setia padaku (tuk kacamataku yang kedua)
Dikala kau menghilang akan kecerobohanku, kau kan kembali lagi tanpa aku sadari
Maafkan aku, ku hanya tak ingin kau tersakiti lagi oleh ingatanku yang selalu melupakanmu
Mungkin kini kau tak selalu bersamaku disetiap nafasku
Namun ku slalu membutuhkanmu disaat-saat tertentu, saat dimana kau dan aku melepas kerinduan
Maafkan aku, mengekangmu kembali ditempat peraduanmu agar kau tak menghilang dari kecerobohanku lagi
Maafkan aku...

Maafkan aku, entah itu puisi, sajak atau apalah aku juga bingung yang pasti bait di atas mengungkapkan isi hatiku akan kacamataku (dasar LEBAY). Padahal sii, kacamata tetap number one buat aku, dimana dan kapanpun mesti kudu bawa. Cukup sekian cerita kali ini, sedikit berharap hasil check mata sebelah kiriku tidak benaran silender, walau ku tahu sudah tak mungkin lagi tapi berharap akan ada keajaiban, amin. (ra)

No comments: