Mengenang Cinta


Kapan mengenal cinta?

Aku mengenal cinta antar sesama semenjak kecil, dulu aku punya cinta kata orang cinta sewaktu kecil. Kata kakak ku, aku dan cinta kecilku tiap sore selalu bergandenga tangan mengitari taman yang tak jauh dari rumah kami, membuat teman-teman iri dengan cinta kami. Sebenarnya aku sendiri kurang ingat dengan masa itu, cinta kecilku.

Menginjak remaja aku mengenal cinta monyet, cinta sama monyet? Hhaaa, maksudnya cinta ala remaja yang masih labil banget, masa smp. Namanya anak remaja yang masih labil ditembak dikit sama cowok yang disuka pasti langsung nerima, tapi ya emang masih labil pacarannya bentar-bentar doank alias putus nyambung.

Melewati fase remaja ke tahap fase dewasa (belum dewasa, masih diantara remaja dan dewasa) aku mulai serius pacaran, waktu itu kira-kira kelas 2 sma. Aku berpacaran dengan dia yang memiliki banyak perbedaan, namun paling lama bersama. Banyak permasalahan yang timbul saat bersama namun tetap dipertahankan hingga sulit untuk melupakan sepenuhnya hingga saat ini. Hanya saja sudah harus dan wajib untuk tidak mengingat lagi, walaupun itu kenangan terindah sekalipun.

Masih dalam fase yang sama, aku mendapatkan dia. Dia yang penyabar, pengertian, dia yang selalu mengerti, dia yang bisa beradaptasi dengan keluarga. Ya, dia satu-satunya orang yang memang aku perkenalkan dengan orang tuaku dan alhamdulillah orang tuaku menerima dia dengan senang hati. Namun, karena sesuatu hal yang membuat kami terpisah pada awalnya hanyalah jarak, jarak memisahkan kami. Dia harus pindah keluar kota untuk melanjutkan kuliah. Pada awalnya jarak tak menjadi kendala kami, tapi kami memang tidak ditakdirkan tuk bersama.

Entah ini fase apa? Aku juga bingung tapi ku coba bercerita sedikit tentang dia. Berawal dari pertemanan, aku dan dia mulai bersama. Namun hanya sebentar, entah kenapa aku mulai merasakan tidak ingin ada kata pacaran dalam hidupku lagi. Akhirnya kuputuskan dia secara sepihak. Maaf hanya sedikit waktu yang dapat aku berikan.

Dan sekarang, aku bisa menahan rasa cinta sesama. Bila ada rasa ingin memiliki dia (siapa pun itu?) hati ini sanggup untuk tidak berkata TIDAK memilikinya. Karena hati ini, saat ini tlah memilikiNya. Hati ini sanggup menunggu sampai waktunya tiba. Karena aku pun yakin DIA juga mencintaiku.

Bercerita tentang cinta, tidak akan ada habisnya
Mendengarkan kisah cinta, sangatlah menyenangkan
Mencintai seseorang, takkan hilang sampai nyawa ini dicabut
Karena cinta adalah anugrah
Karena cinta adalah nikmat
Karena cinta adalah kehidupan
Cinta dunia membuat buta batin kita
Cinta dunia mampu melumpuhkan raga kita
Maka cintaila DIA yang bisa menyembuhkan batin dan raga kita

Tulisan ini dibuat setelah membaca kembali diary kenangan bersama mereka (masa lalu), bila dilihat sekilas sangatlah indah namun setelah menelaah kembali sungguh miris kisah cintaku, cinta yang tak berarti untuk masa depanku, untuk calon suamiku nantinya. Kisah yang terlalu memforsir sisa waktuku, yang entah sampai berapa lama lagi aku ada dibumi ini. Namun terima kasih, terima kasih untuk pengalaman yang kini tlah menyadarkan aku. (ra)

2 comments:

Wa said...

=)
kisah cinta ABABIL..
hehehe...

yang tabah yah. jadi itu td yg hendak diceritakan...

bagashp said...

cinta hehehe ....... sebuah kata sebuah cerita