Dia dilamar

Hari ini dia di lamar. Tapi kenapa hati ini masih tak rela tuk melepasnya? Ingin rasanya ku gagalkan semua rencananya. Yah, spertinya aku belum bisa menerima semua kenyataan ini.

Dari awal dia bersamanya, aku sudah merasakan cemburu, cemburu yang membuatku hampir gila. Yang dulunya aku dan dia selalu bersama, menghabiskan weekend bersama. Tapi setelah ia berpaling dariku dan lebih memilih untuk bersamanya, aku pun tak pernah dia hiraukan lagi, aku dicampakkan begitu saja.

Malam ini dia akan dilamar, apa yang harus aku perbuat? Turut bersuka citakah untuknya atau berduka cita untuk diriku sendiri?


Sungguh aku belum sanggup menerima kenyataan ini semua. Hari ini dia di lamar, empat bulan lagi dia akan menikah. Lalu bagaimana dengan nasibku?

No comments: