Pertanyaan Senior Itu..


Hari itu aku malu pada diriku sendiri
seorang seniorku bertanya padaku

" Apakah engkau seorang Akhwat??"
Aku benar benar terkejut dengan pertanyaan itu

"Iya saya ini bukan akhwat, tapi ikhwan hehhe."
mungkin jawabanku garing, sengaja aku jawab seperti itu.
sebenernya aku tahu maksud pertanyaan senior itu


Memangnya ada yang salah dengan diriku
Tiba tiba aku jadi salah tingkah,
ketawa kecil untuk sekedar penghilang gugup

“Rambutnya indah ya?”
“Iya donk, pakai sampo *Merk disamarkan....”
Jawabku dengan bangganya sambil mengibaskan rambut panjangku yang tergurai bak iklan sampo di TV

Senior itu tersenyum kecil, seraya menggelengkan kepalanya

Diam seketika.....

“Alangkah lebih baik lagi rambut yang indah itu di tutupi sehelai kerudung”
Oh my God, apa yang terjadi dengan jantungku???
Seketika degup jantungku terhenti dan lalu melaju seperti lajunya kereta api tercepat didunia
Dan pada akhirnya ku hanya bisa tersenyum kecil yang rasanya sangat kecut, ya sangat kecut.

Ya, aku malu
Malu akan diriku sendiri, yang begitu bangganya akan rambut yang indah namun dengan pertanyaan seorang senior yang adalah ikhwan itu membuatku merasa terasing di luar angkasa yang tak ku kenal siapa aku sendiri waktu itu.

"Insya allah, dtunggu saja !!!" jawabku untuk melunakkan suasana yang sempat membuatku ingin rasanya berlari jauh, tapi tak bisa

Waktu itu, aku dan senior itu. Kami berdua ditunjuk untuk menerima simbolis pembukaan sebuah acara kepemimpinan yang kami berdua adalah pesertanya.

“Jikalau Mati bisa ditunggu, keren ya?”
pertanyaan kedua yang menohok tenggorokanku

Mulutku tak mampu lagi tuk berkata-kata, hanya bisa menatapi sepatu putih yang kupakai sambil membenarkan tali sepatu, padahal tali sepatu itu baik-baik saja. Namun hanya itu yang dapat kulakukan waktu itu.



Aku masih mematung, duduk dikursi paling depan dengan pikiran yang menerawang. teringat pertanyaan2 tadi.

Akhirnya namaku dipanggil untuk menerima simbolis sebagai tanda aku mengikuti acara kepemimpinan ini. Yah tentunya aku dikejutkan oleh senior itu untuk bisa maju kedepan.

Selang berapa waktu yang lumayan lama, melewati beberapa minggu dan bulan

Ku masih
Tengiang-ngiang pertayaan senior itu selalu
Mencoba mencari jawaban atas kegundahan hati kan pertanyaan itu

Dan akhirnya
Ku beranikan diri tuk mencoba.

Ya awalnya mungkin hanya sebuah ketidaknyamanan akan pertanyaan yang menanyakan aku adalah seorang AKHWAT ataukah BUKAN??

Biarlah, dia, kamu, mereka, dan kalian berpikir begitu. Aku kini tak peduli
Aku begini memang karena pertanyaan senior itu.

Dan kini aku tlah merasakan indahnya menjadi seorang Akhwat / wanita. Yang dulunya indah (*rambut) kini kan makin indah ditutupi olehnya, kerudung ini.

Tidak kau juga senior itu yang kan menikmatinya lagi
Ya, hanya untukNya dan kelak pendampingku nantinya yang kan menikmati keindahan ini.


Bismillah,
Semoga dari sedikit cerita nyata akan perjalananku yang mendapatkan sedikit hidayahNya untuk menjadi benar-benar sebagai Akhwat sejati melalui pertanyaan senior itu, bisa menjadi renungan untuk akhwat-akhwat semua yang belum menutupi keindahan rambutnya, yang memang seharusnya ditutup bagi ia yang merasa seorang muslimah.

By : Raihana

2 comments:

Kezia Willy Yanti W. said...

Rere! Blog mu bagus!
Pake CSS yak?
Ato template? :)

Raihana said...

makasi wil,
ak pke xml wil,template :)