jiwa yang ranum itu aku

Dan engkau bertanya kepadaku,
apakah masih ada kesempatan bagimu untuk membangun hidup yang damai dan sejahtera dengan masa lalu-mu yang banyak salah?

Anakku, maafkanlah dirimu.

...Engkau ini jiwa ranum yang sangat baik, yang dulu pernah salah, dan yang sedang belajar memuliakan diri.

Jangan lukai dirimu lagi. Engkau jiwa kecintaan Tuhan. Tersenyumlah.

Masa depanmu ditentukan oleh kebaikanmu hari ini.



*****

thanks abah, sungguh nasehatmu malam ini sebagai pencerah jiwaku yang sedang piatu.... ^_^

No comments: